Well guys, disini bakal nulis sedikit tenting dikit dikit ilmu yang gw tau so we can shared it together and Welcome to my page :)
Monday, October 10, 2011
Yoga bagi anak yang mendeita Lumpuh Otak
Lumpuh otak atau cerebral palsy adalah kondisi saat fungsi otak terganggu sehingga jaringan saraf yang mengendalikan panca indera, kemampuan belajar dan berpikir menjadi terganggu. Namun kemampuan terbatas mereka yang mengalami lumpuh otak masih bisa dikembangkan dengan terapi yoga.
Fezia Tyebally, seorang ahli yoga khusus anak-anak, mengatakan, "Saat yoga, kita justru fokus terhadap apa yang mereka bisa lakukan. Kita berharap dengan latihan terus-menerus, anak-anak itu bisa melakukan sesuatu yang lebih dari kemampuan mereka sebelumnya."
Fezia juga menjelaskan, karena kemampuan motorik yang terbatas, anak-anak dengan kelumpuhan otak memiliki tubuh yang kaku. Gerakan-gerakan yoga dapat membantu mereka merenggangkan otot-otot kaku itu.
"Dengan latihan rutin, tak jarang mereka yang menderita kelumpuhan otak mulai bisa mengangkat kepala, tangan, bahkan berbicara satu kalimat lengkap," tambah Fezia.
Tapi Fezia menggarisbawahi, terapi yoga untuk anak-anak lumpuh otak juga harus didukung penuh oleh lingkungan sosialnya terutama keluarga. Di awal, terapi yang diberikan adalah terapi individual. Namun selanjutnya, anak-anak itu juga akan dikembalikan ke lingkungan sosialnya. Mulai dari terapi bersama dengan anak-anak penderita kelumpuhan otak yang lain, serta seluruh keluarganya.
"Saya ingin keluarga terus mendukung anak-anak itu, sehingga mereka juga memiliki keinginan untuk terus meningkatkan kemampuannya," kata Fezia menutup pembicaraan.
Fezia Tyebally adalah praktisi yoga ternama asal Inggris, yang mengkhususkan diri pada yoga khusus anak-anak. Fezia juga akan menjadi salah satu pengajar di festival yoga akbar "Namaste" di Jakarta, 2-4 Desember 2011.
Source : yahoo.com
Saturday, October 8, 2011
Suplemen terlalu banyak, bikin Over Vitamin !!!!
Kelebihan vitamin diperkirakan diderita oleh mereka yang mengonsumsi suplemen harian untuk meningkatkan asupan mineral dalam tubuh. Kelebihan "hal-hal" baik itu ternyata juga bisa meningkatkan risiko kesehatan.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, kebanyakan orang yang rutin mengonsumsi suplemen memiliki pola makan yang baik pula sehingga sebenarnya kebutuhan vitamin mereka sudah terpenuhi dari makanan yang diasup.
Pada beberapa kasus, orang yang rajin minum suplemen menderita kelebihan mineral, misalnya zat besi, yang di kemudian hari bisa memicu gangguan kesehatan.
"Sebaiknya pilih suplemen yang memang dibutuhkan, tetapi jangan sampai melebihi kadar harian yang direkomendasikan," kata Regan Bailey, peneliti nutrisi dari National Institute of Health yang melakukan riset ini.
Para ahli juga mengingatkan bahwa asupan vitamin dan mineral seharusnya berasal dari makanan yang diasup sehari-hari karena jika sampai berlebihan akan lebih mudah dibuang tubuh.
Bailey dan timnya melakukan survei pola makan untuk mengukur asupan mineral 8.860 pria dan wanita yang berpartisipasi dalam survei nasional di Amerika antara 2003-2006.
Para responden yang dilaporkan mengonsumsi suplemen harian yang mengandung 8 mineral penting—seperti kalsium, zat besi, magnesium, zinc, fosfor, potasium, selenium, dan tembaga—cenderung mendapatkan jumlah yang cukup dari makanan mereka. Hal ini terutama terjadi pada wanita.
Bailey menjelaskan, orang yang mengonsumsi suplemen cenderung makan lebih sehat dan memiliki gaya hidup yang baik.
Akan tetapi, secara umum, asupan kalsium para responden cenderung rendah, termasuk pada mereka yang minum suplemen mineral.
Source : kompas.com
Seledri Bantu Otak Kita :)
Kita pasti setuju jika semakin bertambahnya usia, maka daya memori seseorang akan semakin menurun. Kini, agar Anda bisa tetap meningkatkan ketajaman otak, konsumsilah seledri yang biasanya digunakan sebagai penyedap atau hiasan hidangan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa luteolin yang ditemukan pada sayuran tersebut efektif memperlambat penurunan kognitif pada tikus tua. Dalam penelitian itu, tikus yang diberi makanan yang diperkaya luteolin, ternyata memiliki otak yang berfungsi sama dengan tikus-tikus yang lebih muda.
Luteolin, mirip dengan quercetin, adalah sebuah flavonoid, yang bisa melawan proses penuaan pada semua sel tubuh kita, dan berhubungan dengan rendahnya risiko kanker dan penyakit jantung. Di otak, flavonoid melindungi sel dari proses penuaan dengan mengurangi peradangan.
Luteolin juga ditemukan pada kebanyakan daun-daunan lainnya, seperti peterseli, daun teh chamomile, rosemary, oregano atau yang terkenal dengan nama olive oil, wortel dan peppermint.
Sayuran yang tumbuh di dataran rendah dan tinggi ini ternyata juga mampu melawan sel kanker, karena adanya kandungan apigenin. Mengonsumsi jus seledri juga efektif meredakan sakit kepala atau migrain.
Source :yahoo.com
Theraphy Asam Cuka Deteksi Dini Kanker Serviks
Asam cuka ternyata tidak hanya menambah rasa sedap dalam masakan, tapi juga berguna mendeteksi dini kanker serviks secara mudah dan murah. Deteksi dini kanker serviks dengan asam cuka ini disebut metode IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Metode ini sudah dikenalkan sejak 1925 oleh Hans Hinselman dari Jerman, tetapi baru diterapkan sekitar tahun 2005.
Kementerian Kesehatan RI pun sudah mengadopsinya. Cara ini selain mudah dan murah, juga memiliki keakuratan sangat tinggi dalam mendeteksi lesi atau luka prakanker, yaitu mencapai 90 persen.
Deteksi dini dengan cara mengoleskan asam cuka 3-5 persen di daerah mulut rahim (serviks) ini tidak harus dilakukan oleh dokter, tetapi bisa dipraktikkan oleh tenaga terlatih seperti bidan di puskesmas. Dan dalam waktu sekitar 60 detik sudah dapat dilihat jika ada kelainan, yaitu munculnya plak putih pada serviks. Plak putih ini bisa diwaspadai sebagai luka prakanker.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah meneliti penerapan IVA di India, Thailand, dan Zimbabwe. Efektivitasnya ternyata tidak lebih rendah daripada pap smear.
Selain kinerja yang sama dengan tes lain dan hasilnya bisa segera diketahui, IVA juga menawarkan keuntungan lain, yakni praktis, hanya memerlukan alat sederhana, dan harganya terjangkau.
Inke Maris, pakar komunikasi yang juga salah seorang pendiri Inisiatif Pencegahan Kanker Serviks Indonesia (Ipkasi), mengatakan sudah banyak puskemas yang mampu memberikan layanan tes IVA ini dengan biaya sekitar 15 ribu rupiah.
"Bahkan, sejumlah daerah sudah menerbitkan Perda yang menetapkan harga hanya 5 ribu rupiah untuk pemeriksaan IVA," tambah Dr. Basalama Fatum, MKM, Kasubdit Kanker Dit. PPTM, Kemenkes RI.
Terapi ini berlangsung singkat, kira-kira 5 menit. Memang ada rasa tidak nyaman ketika menjalani terapi ini. Kebanyakan perempuan merasakan sensasi dingin dan sedikit kram, atau kadang terasa hangat menjalar di tubuh bagian atas serta wajah.
Kemudahan dalam melakukan pemeriksaan sekaligus penanganan jika ditemukan luka prakanker ini memacu membuat program See and Treat semakin banyak diterapkan di sejumlah puskesmas. Diharapkan dengan IVA, akan makin banyak perempuan yang terjangkau oleh deteksi dini kanker serviks, sehingga angka kejadian kanker ini dapat diturunkan.
Source :Yahoo.com
Subscribe to:
Posts (Atom)







