MEMANG, ada suasana yang berubah kali pertama menjadi ayah. Tangisan bayi, kesibukan menggantikan popok hingga kemanjaan istri setelah habis melahirkan. Bersabarlah, dan nikmati saja. Termasuk ketika kamu mesti mencuci pakaian si kecil karena tak ada pembantu di rumah.
Lantas, bagaimana menjadi ayah yang hangat dan baik ? Pandangan bahwa pengasuhan anak dalam keluarga menjadi porsi ibu mulai berubah.
Terutama setelah muncul gerakan yang mengakibatkan terjadinya pergeseran konsep dari motherhood menjadi parenthood. Artinya, bukan hanya ibu yang penting, tetapi orang tua: ayah dan ibu.
Dari sini mulai dikembangkan konsep orang tua yang baik dan hangat. Bagi sang anak, sosok ayah sangatlah berarti.
Buat anak, ayah adalah kombinasi seorang pahlawan, pembimbing, penasihat, pelindung, guru, sekaligus kawan. Wow, bejibun. Karena itu, kamu perlu mempersiapkan sebaik mungkin.
Pertama, luangkan waktu kamu untuk aktivitas di rumah. Maksudnya, kamu mesti menerima bahwa kehadiran si kecil mengharuskan kamu mengurangi segala kebebasan dan hobi kamu. Yakinlah bahwa si kecil butuh perhatian, waktu, tenaga dan pikiran kamu. Bukan hanya kegiatan di luar yang mesti dikurangi. Sikap hidup boros juga mesti distop. Ada kebutuhan si kecil yang mungkin membutuhkan banyak pengeluaran.
Kedua, jalinlah komunikasi. Komunikasi yang sudah terjalin sejak si kecil dalam kandungan jangan sampai terputus. Karena kalau itu diabaikan, kamu akan mengalami kesulitan untuk bisa dekat dengan anak. Berikan cukup waktu dan peluang seluasluasnya bagi anak untuk bercerita dan didengarkan. Secara psikologis pun kalau orang tua sering bertemu dan berdialog dengan anak, anak akan menghormati orang tuanya. Semakin besar dukungan kamu terhadap anak, semakin tinggi perilaku positif anak.
Ketiga, ajak ia berbicara, tertawa atau bermain. Biar pun sedikit, luangkanlah waktu untuk bercengkerama dengan dia. Kembangkan konsep pertemanan di mana ayah tidak selalu memerintah ataupun melarang, dan sebagai orang tua mereka juga bisa ditegur atau diajak bermain.
Keempat, libatkan ia dalam pekerjaan kamu. Kebanyakan anak memandang kantor, pabrik, atau toko tempat ayahnya bekerja sebagai sebuah tempat asing. Dengan sesekali mengajak anak ke tempat kerja akan membuat mereka kenal dengan kegiatan ayahnya sehari-hari.
Kelima, bangun citra diri anak. Khususnya citra diri mengenai kelaki-lakian. Bagaimanapun ayah punya peran penting dalam pembentukan kepribadian si anak di masa depan. Kedua orang tua diharapkan menunjukkan pada anaknya bahwa tanggung jawab keluarga itu memang harus dipikul bersama-sama. Misalnya, mengasuh anak, bernyanyi, bermain dengan anak-anak. Artinya, wawasan gender dalam peran laki-laki dan perempuan itu tidak dipersempit, tetapi sebaliknya diperluas.
Terakhir, baca hasil riset ini. Ayah yang hangat membuat anak lebih mudah menyesuaikan diri, lebih sehat secara seksual, dan perkembangan intelektualnya lebih baik. Keterlibatan ayah dalam keluarga juga akan meningkatkan IQ anak sampai 6 - 7. Di samping itu anak akan lebih memiliki rasa humor, lebih percaya diri, dan punya motivasi belajar
No comments:
Post a Comment
thanks for giving some comment i hope for the next time i can be better :) thanks for reading